Di Tengah Pandemi

Selamat hari Selasa, semuanya. Saya sudah kembali ke rutinitas kerja ke kantor sejak awal Juni lalu setelah lebih dari 2 bulan kerja dari rumah. Awalnya khawatir banget karena harus menggunakan kendaraan umum. Tapi saya pikir selama tetap ngikutin protokol kesehatan yang disarankan, harusnya bisa tetap aman ya. Saya nggak begitu suka dengan wacana new normal yang terkesan terlalu terburu-buru ini, tapiii beberapa sektor usaha memang udah harus mulai berjalan lagi. Jadi, cuma bisa berusaha tetap jaga kesehatan dan berdoa aja. Hehehe.

Sebelum pandemi ini melanda, saya udah lumayan rutin cuci tangan. Kayaknya malah lebih sering cuci tangan kalau lagi di rumah, karena saya punya kucing dan setelah pegang mereka (yang mana cukup sering terjadi), saya langsung cuci tangan, karena takutnya lupa dan megang-megang wajah. Apalagi kalau lagi bikin sesuatu di dapur, kena kotor atau basah dikit bawaannya mau langsung cuci tangan lagi. Sekarang sih lebih khawatir sama isi dompet. Hehehe. Pundi-pundi cukup berkurang karena banyak perusahaan yang merampingkan budget, termasuk kantor dan beberapa kerjaan sampingan saya. Tapi saya tetap bersyukur masih tetap bisa bekerja dan digaji. Sadar banget di luar sana masih banyak di luar sana yang nggak seberuntung saya.

Dan rasanya saya nggak keberatan kalau physical distancing terus diterapkan. Karena kadang orang-orang nggak menghormati personal space di tempat umum deh. Misalnya, waktu nunggu transaksi selesai di kasir mini market, terus orang yang antre di belakang kita langsung taruh barang belanjaan mereka di meja kasir, sering kali tanpa permisi. Atau waktu ambil uang di ATM dan orang di belakang antre terlalu dekat. Bukannya takut diintip saldonya atau gimana, tapi rasanya nggak nyaman aja kalau ada yang terlalu dekat gitu. Jadi, sebenarnya saya cukup senang sih dengan peraturan soal menjaga jarak ini. Apalagi di kereta, jadi lebih leluasa dan selalu dapat duduk, seperti yang bisa dilihat di gambar di atas. Hahaha.

via GIPHY

Soal pakai masker, sepertinya udah nggak mengherankan lagi ya pemandangan orang pakai masker di Indonesia tuh. Apalagi untuk yang pakai transportasi umum seperti kereta atau bus. Saya pun terkadang pakai demi melindungi diri dari debu karena pulang-pergi naik ojek online. Tapi seringnya sih enggak karena saya ngerasa gerah aja gitu hahaha. Sekarang sih mau nggak mau harus pakai ya. Di awal pandemi sempat bingung karena nggak punya stok masker dan harganya melambung banget. Untungnya masih WFH dan kalaupun harus keluar, bisa pakai masker sekali pakai atau masker yang ada di rumah. Beberapa bulan kemudian harga masker dan hand sanitizer udah kembali normal, apalagi setelah imbauan untuk menggunakan masker kain. Beberapa kali saya dapat masker gratis. Lalu kemarin setelah tergiur masker kain di iklan Instagram Story (bahaya ini iklan-iklannya!), maskernya sampai di hari yang sama saya dapat 10 masker berbahan scuba dari kantor. Cie kompak banget pemilihan waktunya.

Pandemi Covid-19 ini juga bikin saya belum ketemu dengan dua keponakan yang lahir di awal April dan Juni lalu. Tapi semoga doanya selalu sampai dan tentunya tetap mantau perkembangan mereka melalui Instagram ibu-bapaknya. Hehehe. 

Di tengah pandemi ini juga saya harus dihadapkan dengan hubungan yang bergeser. Dari yang teman menjadi berjarak, menjadi dekat, menjadi lebih dari teman. Lengkap deh. Sedihnya banyak juga sih, tapi saya rasa ini adalah hal yang wajar dijumpai dan dirasakan dalam perjalanan tumbuh dewasa. Hahahaha kedengeran sok tahu banget ya, tapi itu sih yang saya rasakan.

Satu yang juga masih proses adalah belajar bikin konten podcast. Silakan nih yang mau dengerin saya dan dua teman saya cuap-cuap.

So far udah 3 episode, gaesss… Episode baru tiap Rabu!

Edit: baru tau dong kalau share link gini yang muncul adalah episode paling baru. Sekalian dengerin yaaa. Hehehe

Saat ini cuma bisa berusaha jaga diri semaksimal mungkin, nggak pergi ke tempat ramai kalau emang nggak perlu banget, nyetok masker kain yang lucu-lucu sebagai usaha menghibur diri, dan berdoa ekstra supaya orang-orang tersayang tetap terlindungi. How’s your new normal routines?

One Response

Leave a reply