Pengalaman Refund Tiket di Stasiun Gambir

Halo, netizen sadayana. Kali ini saya mau iseng sharing pengalaman refund tiket kereta luar kota di Stasiun Gambir. FYI, foto di atas sih waktu udah sampai di Stasiun Yogyakarta yah hahaha.

Waktu itu saya dan Mas Suami pesan tiket untuk mudik ke Yogyakarta, untuk keberangkatan H+3 Lebaran. Karena satu dan lain hal, dua anggota rombongan kami batal berangkat padahal tiket baru aja dibeli melalui aplikasi Traveloka. Gercep lah kami cari cara untuk refund alias pengembalian dana. Untungnya bisa, tapi memang harus datang dan mengurus sendiri di stasiun keberangkatan. Kami mengurus di Gambir karena memang kereta yang kami tumpangi berangkat dari situ. Jadi, langkah pertama adalah jangan percaya tulisan di belakang tiket yang isinya kurang lebih mengatakan kalau kita bisa mengurus pembatalan tiket di “stasiun terdekat.” Dijamin petugas di stasiun terdekat akan merespon dengan “Hah?!” kalau kamu nekat. Setiap hari naik kereta saya nggak pernah tuh ya liat loket khusus yang melayani transaksi selain transaksi harian seperti top up atau pembelian Kartu Multi Trip. Saya cuma nurutin si Mas aja. Dia mau coba nyamperin stasiun terdekat karena emang tulisan di belakang tiket begitu. Daripada penasaran, yaudah deh biarin aja coba, dan bener aja ternyata emang nggak bisa. 😂

Di Gambir, udah ada tanda dan arahan jelas menuju loket pembatalan. Adanya di dekat pintu kedatangan. Sebelum ke loket, kamu bisa ke bagian informasi yang lokasinya di seberang loket pembatalan. Di situ biasanya ada petugas yang akan membantu dan mengarahkan untuk mengisi formulir dan mengambil nomor antrean. Setelahnya kamu bisa nunggu di deretan kursi di depan loket pembatalan. Nah, selanjutnya ini agak riweuh. 

Berhubung 2 tiket yang dibatalkan bukan atas nama saya dan suami, kami diharuskan melampirkan surat kuasa yang dilengkapi materai dan fotokopi KTP dari 2 nama yang dibatalkan tersebut. Pikiran pertama yang terlintas di benak saya adalah “Ngeprint di mana ya? Apakah ada Snappy atau semacamnya di Gambir?” Petugas loket mengarahkan kami ke bagian customer service dan ternyata urusan print/fotokopi KTP itu benar-benar dibantu di bagian customer service. Waktu ke sana pertama kali itu lagi sepi banget jadi langsung dilayani tanpa harus ambil nomor antrean. Nggak bawa fotokopinya? Bisa dibantu fotokopi atau print sama mereka. Bisa kirim filenya via bluetooth atau email. Selanjutnya kamu harus mengisi surat kuasa yang sudah disiapkan. Materainya harus beli sendiri tapi ya. Untungnya persis di sebelah ruang customer service ada minimarket, nggak perlu cari jauh-jauh. Ya kecuali mereka juga lagi kehabisan stok. Terus, untuk dua tiket yang dibatalkan, saya hanya perlu mencantumkan salah satu identitas sebagai pemberi kuasa dan identitas saya sendiri sebagai penerima kuasa. Bagian tanda tangan hanya formalitas karena orangnya nggak ada di tempat, jadi bisa saya buat asal aja tanda tangannya. 

Ke Yogyakarta bareng Tiga Diva~

Setelah selesai, balik lagi ke loket untuk beli tiket awas copet. Di sana formulir kamu dicek lagi dan dikonfirmasi lagi ingin pengembalian dana dalam bentuk tunai atau transfer. Ini juga agak lucu sih. Awalnya saya pilih via transfer supaya lebih mudah dong. Setelah kasih nomor rekening, petugasnya bilang, “Nomor rekeningnya atas nama yang sama dengan tiket yang dibatalkan kan?” Hmmm kebetulan nggak sama sih. Terus, “Oh, harus atas nama yang sama, Mbak. Kalau enggak sama, takut nanti bermasalah saat proses refund.” Heee? Saya protes dong. Saya pesan barengan semua tiketnya di Traveloka, saya yang bayar, kok refund ke rekening atas nama yang dibatalkan sih. Tapi daripada kenapa-kenapa, saya pilih opsi satu lagi; pengembalian secara tunai. Kalau nggak salah sih batas pengembaliannya sama-sama antara 30-45 hari. Dan yah berhubung kantor saya masih di Jakarta Pusat, jadi cukup mudah kalau harus mampir ke Gambir. Setelah setuju dan konfirmasi soal metode pengembalian dana, petugasnya mencetak nota yang harus dibawa lagi saat mengambil dananya nanti. Di situ udah tercantum juga kapan dananya tersedia. By the way, pengembalian dananya nggak full ya. Kena potong 25%. Lumayan kan buat nongkrong malem mingguan.

Fast forward ke waktu yang telah ditentukan untuk pengembalian dana, lebih dari 30 hari kemudian. Saya dengan pedenya ambil nomor antrean dan langsung ke loket pembatalan tiket, membayangkan cuma perlu kasih nota dan urusan saya selesai. Ternyata … saya harus mengulangi kembali proses bikin surat kuasa ke customer service. Saya protes lagi, “Waktu itu kan udah?” Tapi ya memang yang awal itu baru untuk pengajuan, untuk pengembaliannya harus mengulangi prosedur yang sama. Walau merasa hadeuhhh, saya nurut aja. Sebelum antre, saya ingat untuk beli materai tapi ternyata minimarketnya lagi kehabisan stok. Untungnya setelah cek, ada satu materai nganggur di dompet.

Bagian customer service siang itu agak ramai. Beberapa orang yang sedang dilayani lagi mengurus penjadwalan ulang. Saat nunggu itu juga saya ingat kalau saya nggak menyimpan foto KTP dari 2 orang yang pembatalan tiketnya sedang saya urus ini. Untungnya (lagi) saya ingat waktu itu mengirim foto KTP mereka via email. Jadi sambil nunggu saya cari lagi emailnya dan saya draft, tinggal klik dan kirim ulang deh. Setelah giliran saya, isi surat kuasa dan lainnya sama seperti sebelumnya. 

Setelah itu balik ke loket lagi dan langsung dikasih uang pengembaliannya deh. ✨

Jadi, buat kamu-kamu yang mau refund, jangan lupa siapkan:

  1. Kartu identitas kamu atau fotokopinya
  2. Fotokopi identitas atau foto KTP atas nama tiket yang dibatalkan (nanti bisa dibantu cetak dan fotokopi di bagian customer service)
  3. Materai Rp10.000

Selebihnya nggak harus bayar apa-apa lagi. Yaaa kecuali ongkos ke Gambir dan harus merelakan 25% yang kena potong serta waktu luang. Hehehe. Semoga membantu buat kamu yang mungkin lagi cari informasi soal refund tiket ya!

Leave a reply